Macam-macam patung dapat dibedakan berdasarkan bahan, kegunaan, maksud, dan tujuan pemasangan patung tersebut di suatu tempat. Pembuatan patung bisa jadi sebagai penghormatan terhadap para pahlawan yang bisa berbentuk utuh sebadan maupun hanya sedada.

Patung-patung tersebut tak jarang juga dilengkapi dengan hewan tunggangan seperti kuda. Patung Pangeran Diponegoro adalah salah satu contoh patung yang dilengkapi dengan kuda.

Pembuatan patung tersebut bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang terletak di Bukit Unggasan, Jimbaran, Bali, adalah contoh pembuatan patung raksasa yang tidak saja memakan waktu yang sangat lama, tapi juga dana yang tidak sedikit.

Bahan

Indonesia sangat kaya dengan perajin patung hebat yang mampu memanfaatkan setiap bahan yang ada di bumi pertiwi ini. Bentuk patung yang beraneka ragam tercipta dari tangan-tangan terampil yang kreatif tersebut.

    * Akar bambu

Akar bambu yang berbentuk sangat khas, telah membuat beberapa pematung tergelitik untuk memanfaatkannya. Patung hewan-hewan seperti bebek dengan berbagai pose bisa tercipta dari akar bambu.

    * Kelapa kopong

Kelapa kopong alias kelapa tak tumbuh pun ternyata bisa dibuat patung. Terutama patung monyet dalam berbagai rupa, hingga patung wajah pak Janggut (sebuah karakter dalam cerita anak Bobo).

    * Kayu

Kayu mungkin menjadi salah satu bahan favorit yang digunakan para pematung dalam membuat karakter untuk patung-patungnya. Topeng pun dibuat dari bahan kayu ini. Selain itu, kelembutan kayu dan mudahnya pembentukan, membuat kayu menjadi bahan utama pembuatan patung.

Bahan-bahan lain pembuat patung yang mempunyai harga yang lumayan mahal, adalah patung-patung yang terbuat dari logam mulia atau campuran logam mulia, semisal emas, perunggu, dan perak.

Kegunaan

Patung ada yang dibuat sebagai alat beribadah seperti yang digunakan oleh umat-umat Nasrani, Buddha, Hindu, dan Konghuchu. Penggunaan patung yang di letakkan di tempat-tempat ibadah, seperti, gereja, kuil, candi, dan klenteng merupakan sebuah bentuk penghormatan dan sarana agar ibadah semakin khusyuk. Patung-patung tersebut dibuat begitu hidup dengan pandangan mata yang teduh dan menenangkan jiwa.

Penampilan patung yang terkesan hidup tersebut akan membuat orang-orang yang beribadah di tempat itu serasa benar-benar dilihat dan diperhatikan oleh sang maha kuasa. Patung-patung tersebut juga seolah-olah berpakaian sesuai dengan tuntunan di dalam kitab suci masing-masing agama.

Tujuan

Pada zaman pemerintahan orde lama dan orde baru, pembuatan patung begitu semarak. Di Jakarta saja, mungkin ada ratusan patung berukuran kecil, sedang, dan besar. Patung-patung tersebut dibuat dengan tujuan tertentu dan sebagai monumen peringatan.

Ada patung selamat datang, patung pak tani, patung para pahlawan, dan patung-patung yang diletakkan di gerbang-gerbang perumahan serta di taman-taman sebagai penghias. Patung-patung juga dibuat di tengah lingkaran sebagai penanda sebuah cluster perumahan seperti yang ada kompleks perumahan Citra Raya, Tangerang.

Patung juga ada yang dibuat sebagai ‘penjaga’ seperti yang bisa dilihat di gedung-gedung dan di rumah-rumah. Patung-patung tersebut bisa berupa patung Ganesha (patung gajah) atau patung-patung yang terinspirasi dari cerita pewayangan dan Ramayana.

date Selasa, 01 Maret 2011

0 komentar to “macam-macam patung”

Leave a Reply: